Senin, 18 Mei 2026

SOAL BAB 6 PUISI KELAS 8 TAHUN 2026

 

A. Pilihan Ganda

1. Aku hanyalah insan biasa

Bernaung di gedung ini untuk belajar

Berjuang demi cita-cita

Sampai di mana pun akan kukejar

Di bawah ini mana sajak yang benar dalam penggalan puisi di atas?

a. (a-b-a-b)

b. (a-b-b-a)

c. (a-a-b-b)

d. (a-a-a-a)

 

2. Bacalah puisi di bawah ini!

Aku tak bisa mengulang waktuku

Tapi aku bisa menggenggarnya

Merencanakan hal-hal yang baru

Dari sekarang hingga esokan tiba

Bersama dengan sang waktu

Aku pasti bisa meraih mimpi

Melewati masa-masa sulitku

Dan menari-nari dengan sanang hati

Aku akan menaklukkan waktu

Untuk sebuah cita-cita

Meninggalkan cerita kenangan bersamamu

Menuju kehidupan yang sesungguhnya

Wahai... waktuku, temanilah aku

Berputar mengelilingi roda kesejukan

Memeluk manis masa depanku

Merapaki jalan yang penuh rintangan

Tema dalam puisi di atas adalah...

a. Mimpi

b. Cita-cita

c. Rintangan

d. Waktu

3. Bacalah puisi di bawah ini!

 

Sekolahku Nan Indah

Kupandangi sekolahku yang indah menawan

Lama kupandangi tak terasa

Disitu aku belajar

Disitu aku mendapat ilmu

 

Banyak guru isinya

Guru yang bermutu

Guru yang memberi ilmu

Untuk bekal murid nanti

 

Terimakasih sekolah dan Guruku

Kau sangat berjasa kepadaku

Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini

Terima kasih sekolahku nan indah

Dari puisi di atas, tema dari puisi tersebut adalah…

a. Guru

b. Sekolah

c. Murid

d. Ilmu

 

4. Jumlah bait dalam puisi 'Sekolahku Nan Indah' adalah...

a. 5

b. 4

c. 3

d. 2

 

5. Penyajian tinggi rendahnya irama puisi dengan memperhatikan jenis-jenis tekanan dalam membaca puisi adalah...

a. Irama

b. Ekspresi

c. Pelafalan

d. Intonasi

Contoh Soal Pilihan Ganda

6. Berikut ini yang bukan merupakan faktor non kebahasaan (ekspresi) dalam membaca puisi adalah...

a. Sikap

b. Gerak-gerik

c. Volume

d. Pelafalan

 

7. Tekanan pada kata penting yang menjadi inti kalimat dalam bait puisi merupakan jenis tekanan...

a. Tekanan dinamik

b. Tekanan nada

c. Tekanan tinggi rendah

d. Tekanan tempo

 

8. Kesan yang ditangkap pembaca atau pendengar setelah membaca atau mendengar pembacaan puisi merupakan...

a. Amanat puisi

b. Tema puisi

c. Diksi puisi

d. Bait puisi

 

9. Bacalah puisi di bawah ini!

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Guruku...

Tanpamu apa jadinya aku

Aku dapat membaca, menulis,

Dan mendapat segala pengetahuan darimu

Dari dulu hingga sekarang

Engkaulah yang mengajariku

Aku membuatmu marah

Engkau memaafkanku

Aku berterimakasih padamu

Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Jasamu akan kukenang

Sampai akhir hayat nanti

Makna dari puisi di atas adalah...

a. Guru mengajarkan kesabaran

b. Guru mengajarkan pengetahuan

c. Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa bagi muridnya

d. Pahlawan Inonesia adalah guru

 

10. Tapi kini....

Ia telah tiada

Ia pindah ke kota

Tanpa mengucapkan sepatah kata

 

Maksud penggalan puisi di atas adalah ...

a. Ia telah lama meninggal

b. Ia pergi tanpa pamit terlebih dahulu

c. Ia minggat karena tidak bisa bicara

d. Ia pindah kota untuk mengikuti orang tuanya

Contoh Soal Pilihan Ganda

11. Bacalah puisi berikut!

Suasana indah hati bergairah (1)

Dewi malam bersinar terang (2)

Bintang-bintang bertaburan (3)

Sungguh besar keagungan Illahi (4)

Imaji atau citraan perasaan pada puisi tersebut terdapat pada larik ke...

a. (1) dan (4)

b. (2) dan (3)

c. (2) dan (4)

d. (3) dan (4)

 

12. Bacalah puisi berikut!

Hutan yang dulu rimbun

Kini tinggal tonggak

Lambang angkuh dan congkak

Burung tak lagi bersiul

Embun tak lagi bergantung

Di ujung daun

Ranting menusuk matahari

Imaji atau citraan pada bait pertama adalah ...

a. Perasaan

b. Pendengaran

c. Penglihatan

d. Perabaan

 

13. Bacalah puisi berikut!

Capung yang gelisah

Srigunting menukik resah

Di pohon-pohon kecil di bawah

Di atas tanggul sejarah

Di luar sungguh mengalir

Dalam garis-garis

Imaji atau citraan puisi tersebut adalah ...

a. Pengelihatan

b. Pendengaran

c. Perasaan

d. Penciuman

 

14. Bacalah puisi berikut

Bunda kasihmu

Tiada tara padaku

Kau bimbing aku

Kau rawat diriku

Dengan penuh sabar,

Bunda [ ... ]

Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah...

a. Kasihmu tanpa pamrih

b. Tiada kata jenuh darimu

c. Kasihmu sepanjang jalan

d. Ku akan membalas jasamu

 

15. Bacalah kutipan puisi berikut!

Ada podang pulang ke sarang

[ ... ]

Pulang ya pulang, hai petualang!

Anakku datang anakku pulang

Kembali kucium, kembali kusayang

Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah...

a. Kicaunya panjang berulang-ulang

b. Kicaunya terdengar merdu

d. Bernyanyi merdu berdendang riang

d. Berkicau di atas pohon

B. SOAL URAIAN

1. Bacalah puisi di bawah ini!

Wahai sahabat

Untuk selamanya

Kita percaya

Tebarkan arah jangan pernah lelah

Untukmu sahabat….

Tema puisi tersebut adalah ...

 

2. Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ...

 

3. Bacalah puisi berikut!

Kau tak pernah meminta imbalan

Kau tak pernah mengeluh

Meskipun tulang dan badanmu mulai rapuh

Tak pernah

Dan tak pernah kau hiraukan

Karena hanya satu dan satu tujuanmu

Yaitu membuat Indonesia merdeka dan sejahtera ...

(Ki Hajar Dewantoro, Karya Nur Laili Pangertika)

Tema kutipan puisi tersebut adalah ...

 

4. Unsur yang menonjol pada larik kedua dan ketiga kutipan puisi Ki Hajar Dewantara di atas adalah ...

 

5. Bacalah pusi di bawah ini!

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar. Lawan banyaknya serratus kali

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bias mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu

Sekali berarti

Sudah itu mati

MAJU

Begimu Negeri

Menyediakan api

...........

Amanat penggalan puisi di atas adalah...

Minggu, 18 Mei 2025

KEBAHASAAN DALAM SURAT MENYURAT

 

1.JENIS KATA SAPAAN

Selain bentuk formal dan nonformal, kata sapaan juga bisa ditemukan dalam beberapa jenis berdasarkan tujuan penggunaannya. Maka itu, penggunaan kata sapaan di keseharian sebaiknya tidak secara asal-asalan.

Kata sapaan harus disesuaikan dengan sosok orang yang disapa, serta tujuan dalam menyapa.

Adapun beberapa jenis dan contoh kata sapaan berdasarkan tujuan penggunaannya, sebagai berikut:

1. Kata sapaan yang biasa dipakai menunjukkan hubungan kerabat. Contoh kata sapaan ini: kakek, nenek, bapak (ayah), ibu, paman, bibi, abang, kakak, adik, ananda, mas, mbak.

2. Kata sapaan yang berbentuk kata ganti. Contohnya antara lain: kamu, engkau, saudara, anda, tuan, nyonya, nona, dan sebagainya.

3. Kata sapaan yang menunjukkan rasa hormat. Contoh: paduka yang mulia, yang terhormat, dan lain-lain.

4. Kata sapaan yang diikuti nama merupakan satu di antara jenis yang sering digunakan. Contoh: saudara Hasan, bapak Susanto, ibu Amir, dan sebagainya.

 

Jenis Kata Sapaan
Menurut Kridalaksana (1982), terdapat sembilan jenis atau golongan kata sapaan dalam bahasa Indonesia.

1. Kata Ganti
Ini adalah kata-kata seperti "aku," "dia," "kamu," "mereka," yang digunakan untuk menggantikan nama orang atau objek. Kata ganti membantu menghindari pengulangan kata-kata dan menjaga kelancaran percakapan.

2. Nama Diri
Nama diri adalah kata-kata yang merujuk pada orang atau tempat tertentu dengan menggunakan nama khusus, seperti "Galih," "Ratna," atau "Joko." Nama diri selalu ditulis dengan huruf kapital.

3. Istilah Kekerabatan
Istilah kekerabatan adalah kata-kata yang digunakan untuk merujuk pada hubungan keluarga, seperti "ibu," "ayah," "kakak," "adik." Istilah ini membantu dalam berbicara tentang anggota keluarga.

4. Gelar dan Pangkat
Gelar dan pangkat menunjukkan status atau profesi seseorang. Kata-kata ini digunakan untuk memberikan gelar atau pangkat kepada seseorang, seperti "dokter," "profesor," "guru," atau "panglima."

5. Kata Pelaku (Bentuk p+V)
Ini adalah kata-kata yang digunakan untuk merujuk pada orang atau objek yang melakukan suatu tindakan atau pekerjaan. Contohnya, "penulis," "pembaca," atau "pemain."

6. Bentuk Nominal (Bentuk N+ku)
Bentuk ini digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau hubungan erat dengan objek tertentu. Ini adalah kata-kata yang menggabungkan kata benda dengan akhiran -ku, seperti "Tuhanku", "Sayangku".

7. Kata Deiksis atau Penunjuk
Kata-kata ini digunakan untuk menunjuk pada sesuatu secara spesifik dalam konteks tertentu, seperti "sini," "situ," atau "sana." Kata-kata ini membantu mengklasifikasi objek yang sedang dibicarakan.

8. Kata Benda Lain
Ini adalah kata-kata yang tidak masuk dalam kategori di atas. Mereka bisa berupa benda abstrak dan digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya adalah "tuan," atau "nyonya".

9. Ciri Zero atau Nol
Kata-kata ini biasanya digunakan untuk mengacu pada sesuatu yang tidak perlu diberi identifikasi khusus. Biasanya ada suatu makna kata tanpa disertai bentuk kata sapaan tersebut.

Itu dia beberapa contoh kata sapaan yang bisa kamu gunakan untuk membuka obrolan, beserta pengertian kata sapaan dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat!


2. JENIS-JENIS PRONOMINA

- Kata Ganti Tanya (Pronomina Interogativa)

Kata ganti tanya adalah satu dari sekian banyak jenis kata ganti yang berfungsi sebagai kata tanya/ penanya/peminta informasi tertentu biasanya berupa peristiwa atau kejadian, seperti: apa, bagaimana, kapan, mengapa, siapa, di mana.

Contoh:

  • Siapa orang yang berbicara denganmu itu?
  • Mengapa kau tidak menjawab ketika dipanggilnya?
  • Bagaimana jika kita mengambil semester pendek liburan nanti?

- Kata Ganti Penghubung (Pronomina Relativa)

Kata ganti ini digunakan dan berfungsi menjadi penghubung antara dua kalimat, kalimat awal dan kalimat akhir, atau disebut juga induk kalimat dengan anak kalimat, seperti: yang.

Contoh:

  • Mobil yang parkir di depan sekolah itu, mencurigakan.
  • Kereta api yang terlambat tadi pagi adalah jurusan Jakarta-Bogor.
  • Pemuda yang membantu kita kemarin itu ternyata guru olahraga di sekolah adikku.

- Kata Ganti Tidak Tentu

Kata ganti yang digunakan untuk benda maupun orang yang tak terbatas jumlahnya/quantity (kemungkinan tidak diketahui) sehingga kita dapat mengartikan kata ganti tidak tentu digunakan untuk menunjukan benda, kerumunan orang yang di dalamnya terdapat jumlah yang tidak menentu atau bisa jadi sangat banyak, seperti: seseorang, para, sesuatu, masing-masing.

Contoh:

  • Anak-anak itu berlarian pulang ke rumahnya masing-masing.
  • Para orang tua berebutan kursi saat ajaran baru masuk sekolah.
  • Nanti sore, datanglah ke rumahku, aku punya sesuatu untukmu.

Kata baku adalah kata yang mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang telah disepakati dan ditetapkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), sedangkan kata tidak baku adalah kata yang tidak mengikuti kaidah tersebut. 

3. KATA BAKU DAN NON BAKU

  • Kata Baku:
    • Sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah disepakati secara nasional. 
    • Dapat ditemukan dalam KBBI. 
    • Memiliki ejaan yang sesuai dengan PUEBI. 
    • Contoh: "aktivitas", "risiko", "alumni", "dengan". 
  • Kata Tidak Baku:
    • Tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. 
    • Bisa berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah. 
    • Tidak selalu ditemukan dalam KBBI. 
    • Contoh: "aktifitas", "resiko", "alumni" (dengan "i"), "dng". 

Contoh Tambahan:

Kata Baku

Kata Tidak Baku

Jenderal

Jendral

Karier

Karir

Kolesterol

Kolestrol

Manajer

Manager

Silakan

Silahkan

Sopir

Supir

Saraf

Syaraf

Subjektif

Subyektif

Syahdu

Sahdu

Teladan

Tauladan

Urine

Urin

Umat

Ummat

Zaman

Jaman

Pentingnya Penggunaan Kata Baku:

Memudahkan komunikasi dan menghindari salah pengertian, Mempertahankan kemurnian dan keseragaman bahasa Indonesia, Meningkatkan kredibilitas dalam komunikasi formal, Menunjukkan pemahaman terhadap aturan bahasa. 

Kesimpulan:

Penggunaan kata baku sangat penting dalam bahasa Indonesia, terutama dalam komunikasi resmi dan tertulis. Dengan memahami dan menggunakan kata baku, kita dapat berbahasa dengan lebih baik dan benar. 

Fakta adalah kenyataan atau peristiwa yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya. Opini adalah pendapat atau pandangan seseorang terhadap sesuatu, yang bersifat subjektif dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. 

4. FAKTA DAN OPINI

Perbedaan Utama:

  • Fakta:
    • Dapat dibuktikan kebenarannya.
    • Bersifat objektif dan universal.
    • Berbasis data dan kejadian nyata.
  • Opini:
    • Tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
    • Bersifat subjektif dan personal.
    • Berbasis kepercayaan, perasaan, atau interpretasi pribadi. 

Contoh:

  • Fakta: "Pohon itu berukuran 5 meter."
  • Opini: "Pohon itu sangat indah." 

Peran Fakta dan Opini dalam Tulisan:

Fakta dan opini seringkali saling melengkapi dalam tulisan. Fakta memberikan dasar informasi, sementara opini memberikan perspektif atau analisis. 

Contoh:

Dalam berita, fakta tentang kejadian kebakaran dapat disertai opini tentang penyebab kebakaran dan dampaknya. 

Kesimpulan:

Fakta dan opini adalah elemen penting dalam komunikasi. Memahami perbedaan antara fakta dan opini membantu pembaca untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan yang lebih tepat. 

 

Rabu, 14 Mei 2025

KATA - KATA MOTIVASI DALAM HIDUP

Bermimpilah yang besar dan selalu berani untuk gagal.

Belajarlah dari hari hari kemarin dan hiduplah untuk hari ini, lalu berharaplah untuk hari esok.

Kesulitan yang sebenarnya ialah mengatasi caramu berpikir mengenai diri kamu sendiri.

Tidak perlu menjadi seseorang yang serba bisa, tekuni saja salah satu bidang yang paling kamu suka, kemudian jadilah seseorang yang hebat dengan bidang tersebut.

Tidak ada kata tidak mungkin, sebelum kamu sempat mencobanya.

Jangan pernah takut menghadapi masa depan, hadapi lalu perjuangkanlah masa depan itu.

Apabila kamu mampu memimpikannya, maka kamu juga bisa melakukannya.

Ingatlah bahwa hari ini hanyalah hari yang buruk dan bukan kehidupan yang buruk.

Jangan pernah menyesali masa lalu yang pernah terjadi sebelumnya, tetapi belajarlah dari masa lalu tersebut.

Ada begitu banyak cara agar kamu bisa maju, akan tetapi hanya ada satu cara untuk tetap diam.

Jangan pernah berharap bahwa jalan hidupmu akan seperti jalan hidup orang lain. Perjalanan hidup yang kamu miliki merupakan sesuatu yang unik, seperti dirimu.

Fokuslah untuk mencapai tujuanmu, meskipun banyak hal yang menarik dalam perjalanannya.

Tidak peduli bagaimana kerasnya kehidupan yang kamu miliki di masa lalu, kamu selalu bisa memulainya kembali.

Impian tidak dapat terwujud dengan sendirinya, akan tetapi impian akan datang ketika seseorang berusaha untuk meraihnya.

Perjalanan akan menjadi jauh lebih muda, apabila kamu tidak membawa masa lalumu.

Berjalanlah jangan berlari, karena hidup adalah perjalanan dan bukannya pelarian.

Jangan khawatir, seluruh upaya yang kamu lakukan akan berbuah manis. Berusaha saja yang kuat dan berdoa pula yang kuat.

Jangan hanya terus bermalas-malasan setiap hati, jadikan hidup kamu jadi lebih bermakna dengan bekerja lebih giat.

Hidup bukan hanya mengenai mendapatkan serta memiliki belaka, akan tetapi juga mengenai memberi serta menjadi sesuatu.

Nikmatilah hal-hal kecil yang ada dalam hidup, sebab suatu hari nanti kamu akan melihat ke belakang dan kemudian menyadari bahwa itu adalah hal-hal besar.

 Kemana pun diri kamu pergi, lakukanlah segala sesuatu dengan segenap hati.

Keberhasilan dalam hidup, hanya mampu didapatkan ketika seseorang mau berjuang dengan keras untuk mendapatkannya.

Kamu memiliki waktu terbatas, sehingga jangan sia-siakan waktu itu untuk menjalani kehidupan orang lain.

Setiap orang memiliki jatahnya masing-masing untuk gagal. Maka habiskanlah jatah kegagalanmu ketika kamu masih muda.

Mulailah dari mana kamu berada. Gunakanlah segala sesuatu yang kamu miliki. Lakukanlah apa saja yang kamu bisa.

Bersiaplah dalam kesunyian dan biarkan kesuksesan yang membuat hidupmu menjadi bising.

Ketika kita masih diberikan kesempatan untuk bangun di pagi hari, itu artinya Tuhan masih memberikan kesempatan pada kita untuk melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan.

Kita adalah apa yang kita kerjakan secara berulang kali. Oleh karena itu, keunggulan bukanlah suatu hal perbuatan melainkan suatu kebiasaan.

Hidup merupakan sebuah pertanyaan serta bagaimana manusia menjalani kehidupan merupakan jawabannya.

Hidup itu membutuhkan suatu perjuangan, sebab tidak ada satu hal pun yang mampu sukses tanpa adanya perjuangan di dalamnya.

SOAL BAB 6 PUISI KELAS 8 TAHUN 2026

  A. Pilihan Ganda 1. Aku hanyalah insan biasa Bernaung di gedung ini untuk belajar Berjuang demi cita-cita Sampai di mana pun akan ...