Minggu, 18 Mei 2025

KEBAHASAAN DALAM SURAT MENYURAT

 

1.JENIS KATA SAPAAN

Selain bentuk formal dan nonformal, kata sapaan juga bisa ditemukan dalam beberapa jenis berdasarkan tujuan penggunaannya. Maka itu, penggunaan kata sapaan di keseharian sebaiknya tidak secara asal-asalan.

Kata sapaan harus disesuaikan dengan sosok orang yang disapa, serta tujuan dalam menyapa.

Adapun beberapa jenis dan contoh kata sapaan berdasarkan tujuan penggunaannya, sebagai berikut:

1. Kata sapaan yang biasa dipakai menunjukkan hubungan kerabat. Contoh kata sapaan ini: kakek, nenek, bapak (ayah), ibu, paman, bibi, abang, kakak, adik, ananda, mas, mbak.

2. Kata sapaan yang berbentuk kata ganti. Contohnya antara lain: kamu, engkau, saudara, anda, tuan, nyonya, nona, dan sebagainya.

3. Kata sapaan yang menunjukkan rasa hormat. Contoh: paduka yang mulia, yang terhormat, dan lain-lain.

4. Kata sapaan yang diikuti nama merupakan satu di antara jenis yang sering digunakan. Contoh: saudara Hasan, bapak Susanto, ibu Amir, dan sebagainya.

 

Jenis Kata Sapaan
Menurut Kridalaksana (1982), terdapat sembilan jenis atau golongan kata sapaan dalam bahasa Indonesia.

1. Kata Ganti
Ini adalah kata-kata seperti "aku," "dia," "kamu," "mereka," yang digunakan untuk menggantikan nama orang atau objek. Kata ganti membantu menghindari pengulangan kata-kata dan menjaga kelancaran percakapan.

2. Nama Diri
Nama diri adalah kata-kata yang merujuk pada orang atau tempat tertentu dengan menggunakan nama khusus, seperti "Galih," "Ratna," atau "Joko." Nama diri selalu ditulis dengan huruf kapital.

3. Istilah Kekerabatan
Istilah kekerabatan adalah kata-kata yang digunakan untuk merujuk pada hubungan keluarga, seperti "ibu," "ayah," "kakak," "adik." Istilah ini membantu dalam berbicara tentang anggota keluarga.

4. Gelar dan Pangkat
Gelar dan pangkat menunjukkan status atau profesi seseorang. Kata-kata ini digunakan untuk memberikan gelar atau pangkat kepada seseorang, seperti "dokter," "profesor," "guru," atau "panglima."

5. Kata Pelaku (Bentuk p+V)
Ini adalah kata-kata yang digunakan untuk merujuk pada orang atau objek yang melakukan suatu tindakan atau pekerjaan. Contohnya, "penulis," "pembaca," atau "pemain."

6. Bentuk Nominal (Bentuk N+ku)
Bentuk ini digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau hubungan erat dengan objek tertentu. Ini adalah kata-kata yang menggabungkan kata benda dengan akhiran -ku, seperti "Tuhanku", "Sayangku".

7. Kata Deiksis atau Penunjuk
Kata-kata ini digunakan untuk menunjuk pada sesuatu secara spesifik dalam konteks tertentu, seperti "sini," "situ," atau "sana." Kata-kata ini membantu mengklasifikasi objek yang sedang dibicarakan.

8. Kata Benda Lain
Ini adalah kata-kata yang tidak masuk dalam kategori di atas. Mereka bisa berupa benda abstrak dan digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya adalah "tuan," atau "nyonya".

9. Ciri Zero atau Nol
Kata-kata ini biasanya digunakan untuk mengacu pada sesuatu yang tidak perlu diberi identifikasi khusus. Biasanya ada suatu makna kata tanpa disertai bentuk kata sapaan tersebut.

Itu dia beberapa contoh kata sapaan yang bisa kamu gunakan untuk membuka obrolan, beserta pengertian kata sapaan dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat!


2. JENIS-JENIS PRONOMINA

- Kata Ganti Tanya (Pronomina Interogativa)

Kata ganti tanya adalah satu dari sekian banyak jenis kata ganti yang berfungsi sebagai kata tanya/ penanya/peminta informasi tertentu biasanya berupa peristiwa atau kejadian, seperti: apa, bagaimana, kapan, mengapa, siapa, di mana.

Contoh:

  • Siapa orang yang berbicara denganmu itu?
  • Mengapa kau tidak menjawab ketika dipanggilnya?
  • Bagaimana jika kita mengambil semester pendek liburan nanti?

- Kata Ganti Penghubung (Pronomina Relativa)

Kata ganti ini digunakan dan berfungsi menjadi penghubung antara dua kalimat, kalimat awal dan kalimat akhir, atau disebut juga induk kalimat dengan anak kalimat, seperti: yang.

Contoh:

  • Mobil yang parkir di depan sekolah itu, mencurigakan.
  • Kereta api yang terlambat tadi pagi adalah jurusan Jakarta-Bogor.
  • Pemuda yang membantu kita kemarin itu ternyata guru olahraga di sekolah adikku.

- Kata Ganti Tidak Tentu

Kata ganti yang digunakan untuk benda maupun orang yang tak terbatas jumlahnya/quantity (kemungkinan tidak diketahui) sehingga kita dapat mengartikan kata ganti tidak tentu digunakan untuk menunjukan benda, kerumunan orang yang di dalamnya terdapat jumlah yang tidak menentu atau bisa jadi sangat banyak, seperti: seseorang, para, sesuatu, masing-masing.

Contoh:

  • Anak-anak itu berlarian pulang ke rumahnya masing-masing.
  • Para orang tua berebutan kursi saat ajaran baru masuk sekolah.
  • Nanti sore, datanglah ke rumahku, aku punya sesuatu untukmu.

Kata baku adalah kata yang mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang telah disepakati dan ditetapkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), sedangkan kata tidak baku adalah kata yang tidak mengikuti kaidah tersebut. 

3. KATA BAKU DAN NON BAKU

  • Kata Baku:
    • Sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah disepakati secara nasional. 
    • Dapat ditemukan dalam KBBI. 
    • Memiliki ejaan yang sesuai dengan PUEBI. 
    • Contoh: "aktivitas", "risiko", "alumni", "dengan". 
  • Kata Tidak Baku:
    • Tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. 
    • Bisa berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah. 
    • Tidak selalu ditemukan dalam KBBI. 
    • Contoh: "aktifitas", "resiko", "alumni" (dengan "i"), "dng". 

Contoh Tambahan:

Kata Baku

Kata Tidak Baku

Jenderal

Jendral

Karier

Karir

Kolesterol

Kolestrol

Manajer

Manager

Silakan

Silahkan

Sopir

Supir

Saraf

Syaraf

Subjektif

Subyektif

Syahdu

Sahdu

Teladan

Tauladan

Urine

Urin

Umat

Ummat

Zaman

Jaman

Pentingnya Penggunaan Kata Baku:

Memudahkan komunikasi dan menghindari salah pengertian, Mempertahankan kemurnian dan keseragaman bahasa Indonesia, Meningkatkan kredibilitas dalam komunikasi formal, Menunjukkan pemahaman terhadap aturan bahasa. 

Kesimpulan:

Penggunaan kata baku sangat penting dalam bahasa Indonesia, terutama dalam komunikasi resmi dan tertulis. Dengan memahami dan menggunakan kata baku, kita dapat berbahasa dengan lebih baik dan benar. 

Fakta adalah kenyataan atau peristiwa yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya. Opini adalah pendapat atau pandangan seseorang terhadap sesuatu, yang bersifat subjektif dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. 

4. FAKTA DAN OPINI

Perbedaan Utama:

  • Fakta:
    • Dapat dibuktikan kebenarannya.
    • Bersifat objektif dan universal.
    • Berbasis data dan kejadian nyata.
  • Opini:
    • Tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
    • Bersifat subjektif dan personal.
    • Berbasis kepercayaan, perasaan, atau interpretasi pribadi. 

Contoh:

  • Fakta: "Pohon itu berukuran 5 meter."
  • Opini: "Pohon itu sangat indah." 

Peran Fakta dan Opini dalam Tulisan:

Fakta dan opini seringkali saling melengkapi dalam tulisan. Fakta memberikan dasar informasi, sementara opini memberikan perspektif atau analisis. 

Contoh:

Dalam berita, fakta tentang kejadian kebakaran dapat disertai opini tentang penyebab kebakaran dan dampaknya. 

Kesimpulan:

Fakta dan opini adalah elemen penting dalam komunikasi. Memahami perbedaan antara fakta dan opini membantu pembaca untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan yang lebih tepat. 

 

Rabu, 14 Mei 2025

KATA - KATA MOTIVASI DALAM HIDUP

Bermimpilah yang besar dan selalu berani untuk gagal.

Belajarlah dari hari hari kemarin dan hiduplah untuk hari ini, lalu berharaplah untuk hari esok.

Kesulitan yang sebenarnya ialah mengatasi caramu berpikir mengenai diri kamu sendiri.

Tidak perlu menjadi seseorang yang serba bisa, tekuni saja salah satu bidang yang paling kamu suka, kemudian jadilah seseorang yang hebat dengan bidang tersebut.

Tidak ada kata tidak mungkin, sebelum kamu sempat mencobanya.

Jangan pernah takut menghadapi masa depan, hadapi lalu perjuangkanlah masa depan itu.

Apabila kamu mampu memimpikannya, maka kamu juga bisa melakukannya.

Ingatlah bahwa hari ini hanyalah hari yang buruk dan bukan kehidupan yang buruk.

Jangan pernah menyesali masa lalu yang pernah terjadi sebelumnya, tetapi belajarlah dari masa lalu tersebut.

Ada begitu banyak cara agar kamu bisa maju, akan tetapi hanya ada satu cara untuk tetap diam.

Jangan pernah berharap bahwa jalan hidupmu akan seperti jalan hidup orang lain. Perjalanan hidup yang kamu miliki merupakan sesuatu yang unik, seperti dirimu.

Fokuslah untuk mencapai tujuanmu, meskipun banyak hal yang menarik dalam perjalanannya.

Tidak peduli bagaimana kerasnya kehidupan yang kamu miliki di masa lalu, kamu selalu bisa memulainya kembali.

Impian tidak dapat terwujud dengan sendirinya, akan tetapi impian akan datang ketika seseorang berusaha untuk meraihnya.

Perjalanan akan menjadi jauh lebih muda, apabila kamu tidak membawa masa lalumu.

Berjalanlah jangan berlari, karena hidup adalah perjalanan dan bukannya pelarian.

Jangan khawatir, seluruh upaya yang kamu lakukan akan berbuah manis. Berusaha saja yang kuat dan berdoa pula yang kuat.

Jangan hanya terus bermalas-malasan setiap hati, jadikan hidup kamu jadi lebih bermakna dengan bekerja lebih giat.

Hidup bukan hanya mengenai mendapatkan serta memiliki belaka, akan tetapi juga mengenai memberi serta menjadi sesuatu.

Nikmatilah hal-hal kecil yang ada dalam hidup, sebab suatu hari nanti kamu akan melihat ke belakang dan kemudian menyadari bahwa itu adalah hal-hal besar.

 Kemana pun diri kamu pergi, lakukanlah segala sesuatu dengan segenap hati.

Keberhasilan dalam hidup, hanya mampu didapatkan ketika seseorang mau berjuang dengan keras untuk mendapatkannya.

Kamu memiliki waktu terbatas, sehingga jangan sia-siakan waktu itu untuk menjalani kehidupan orang lain.

Setiap orang memiliki jatahnya masing-masing untuk gagal. Maka habiskanlah jatah kegagalanmu ketika kamu masih muda.

Mulailah dari mana kamu berada. Gunakanlah segala sesuatu yang kamu miliki. Lakukanlah apa saja yang kamu bisa.

Bersiaplah dalam kesunyian dan biarkan kesuksesan yang membuat hidupmu menjadi bising.

Ketika kita masih diberikan kesempatan untuk bangun di pagi hari, itu artinya Tuhan masih memberikan kesempatan pada kita untuk melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan.

Kita adalah apa yang kita kerjakan secara berulang kali. Oleh karena itu, keunggulan bukanlah suatu hal perbuatan melainkan suatu kebiasaan.

Hidup merupakan sebuah pertanyaan serta bagaimana manusia menjalani kehidupan merupakan jawabannya.

Hidup itu membutuhkan suatu perjuangan, sebab tidak ada satu hal pun yang mampu sukses tanpa adanya perjuangan di dalamnya.

Senin, 03 Maret 2014

Pendidikan Islam



Sebagai orang yang menganut ajaran agama Islam hendaknya kita mengetahui sejauh mana pendidikan Islam itu sendiri. Tidak sedikit orang yang mengaku beragama Islam akan tetapi pengetahuan tentang pendidikan Islam sangat minim yang berakibat tindakan dan tingkah lakunya tidak layak disebut sebagai orang Islam.


Manusia mendapat kehormatan menjadi khalifah di muka bumi untuk mengolah alam beserta isinya. Hanya dengan ilmu dan iman sajalah tugas kekhalifahan dapat ditunaikan menjadi keberkahan dan manfaat bagi alam dan seluruh makhluk-Nya. Tanpa iman akal akan berjalan sendirian sehingga akan muncul kerusakan di muka bumi dan itu akan membahayakan manusia. Demikian pula sebaliknya iman tanpa didasari dengan ilmu akan mudah terpedaya dan tidak mengerti bagaimana mengolahnya menjadi keberkahan dan manfaat bagi alam dan seisinya.


Sedemikian pentingnya ilmu, maka tidak heran orang-orang yang berilmu mendapat posisi yang tinggi baik di sisi Allah maupun manusia. (QS. Al Mujadilah (58) : 11)


Bahkan syaithan kewalahan terhadap orang muslim yang berilmu, karena dengan ilmunya, ia tidak mudah terpedaya oleh tipu muslihat syaithan.

Muadz bin Jabal ra. berkata: “Andaikata orang yang beakal itu mempunyai dosa pada pagi dan sore hari sebanyak bilangan pasir, maka akhirnya dia cenderung masih bisa selamat dari dosa tersebut namun sebaliknya, andaikata orang bodoh itu mempunyai kebaikan dan kebajikan pada pagi dan sore hari sebanyak bilangan pasir, maka akhirnya ia cenderung tidak bisa mempertahankannya sekalipun hanya seberat biji sawi.”

Ada yang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Ia menjawab, “Sesungguhnya jika orang berakal itu tergelincir, maka ia segera menyadarinya dengan cara bertaubat, dan menggunakan akal yang dianugerahkan kepadanya. Tetapi orang bodoh itu ibarat orang yang membangun dan langsung merobohkannya karena kebodohannya ia terlalu mudah melakukan apa yang bisa merusak amal shalihnya.”

Kebodohan adalah salah satu faktor yang menghalangi masuknya cahaya Islam. Oleh karena itu, manusia butuh terapi agar menjadi makhluk yang mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT. Kemuliaan manusia terletak pada akal yang dianugerahi Allah. Akal ini digunakan untuk mendidik dirinya sehingga memiliki ilmu untuk mengenal penciptanya dan beribadah kepada-Nya dengan benar. Itulah sebabnya Rasulullah SAW menggunakan metode pendidikan untuk memperbaiki manusia, karena dengan pendidikanlah manusia memiliki ilmu yang benar. Dengan demikian, ia terhindar dari ketergelinciran pada maksiat, kelemahan, kemiskinan dan terpecah belah.

Pentingnya Pendidikan Islam
Pendidikanmerupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik. Tak heran bila kini pemerintah mewajibkan program belajar 9 tahun agar masyarakat menjadi pandai dan beradab. Pendidikan juga merupakan metode pendekatan yang sesuai dengan fitrah manusia yang memiliki fase tahapan dalam pertumbuhan.

Pendidikan Islam memiliki 3 (tiga) tahapan kegiatan, yaitu: tilawah (membacakan ayat Allah), tazkiyah (mensucikan jiwa) dan ta’limul kitab wa sunnah (mengajarkan al kitab dan al hikmah). Pendidikan dapat merubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik disebabkan pendidikan mempunyai kelebihan. Pendidikan mempunyai ciri pembentukan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh, pemeliharaan apa yang telah dipelajarinya, pengembangan atas ilmu yang diperolehnya dan agar tetap pada rel syariah. Hasil dari pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas dan fisik yang kuat serta banyak beramal.

Pendidikan Islam berpadu dalam pendidikan ruhiyah, fikriyah (pemahaman/pemikiran) dan amaliyah (aktivitas). Nilai Islam ditanamkan dalam individu membutuhkan tahpan-tahapan selanjutnya dikembangkan kepada pemberdayaan di segala sektor kehidupan manusia. Potensi yang dikembangkan kemudian diarahkan kepada pengaktualan potensi dengan memasuki berbagai bidang kehidupan. (QS. Ali Imran (3) : 103)

Pendidikan yang diajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya bersumber kepada Al Qur’an sebagai rujukan dan pendekatan agar dengan tarbiyah akan membentuk masyarakat yang sadar dan menjadikan Allah sebagai Ilah saja. 

Kehidupan mereka akan selamat di dunia dan akhirat. Hasil ilmu yang diperolehnya adalah kenikmatan yang besar, yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan. 

Tujuan utama dalam pendidikan Islam adalah agar manusia memiliki gambaran tentang Islam yang jelas, utuh dan menyeluruh.  

Interaksi di dalam diri ini memberi pengaruh kepada penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlaq yang baik. Akhlaq ini perlu dan harus dilatih melalui latihan membaca dan mengkaji Al Qur’an, sholat malam, shoum (puasa) sunnah, berhubungan kepada keluarga dan masyarakat. Semakin sering ia melakukan latihan, maka semakin banyak amalnya dan semakin mudah ia melakukan kebajikan. Selain itu latihan akan menghantarkan dirinya memiliki kebiasaan yang akhirnya menjadi gaya hidup sehari-hari.

Kesinambungan dalam Pendidikan Islam
Pendidikan Islam dalam bahasa Arab disebut tarbiyah Islamiyahmerupakan hak dan kewajiban dalam setiap insan yang ingin menyelamatkan dirinya di dunia dan akhirat. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai akhir hayat.” Maka menuntut ilmu untuk mendidik diri memahami Islam tidak ada istilah berhenti, semaki banyak ilmu yang kita peroleh maka kita bertanggung jawab untuk meneruskan kepada orang lain untuk mendapatkan kenikmatan berilmu, disinilah letak kesinambungan.

Selain merupakan kewajiban, kegiatan dididik dan mendidik adalah suatu usaha agar dapat memiliki ma’dzirah (alasan) untuk berlepas diri bila kelak diminta pertanggungjawaban di sisi Allah SWT yakni telah dilakukan usaha optimal untuk memperbaiki diri dan mengajak orang lain pada kebenaran sesuai manhaj yang diajarkan Rasulullah SAW.

Untuk menghasilkan Pendidikan Islam yang berkesinambungan maka dibutuhkan beberapa sarana, baik yang mendidik maupun yang dididik, yaitu:

1. Istiqomah
Setiap kita harus istiqomah terus belajar dan menggali ilmu Allah, tak ada kata tua dalam belajar, QS. Hud (11) : 112, QS. Al Kahfi (18) : 28

2. Disiplin dalam tanggung jawab
Dalam belajar tentu kita membutuhkan waktu untuk kegiatan tersebut. sekiranya salah satu dari kita tidak hadir, maka akan mengganggu proses belajar. Apabila kita sering bolos sekolah, apakah kita akan mendapatkan ilmu yang maksimal. Kita akan tertinggal dengan teman-teman kita, demikian pula dengan guru, apabila ia sering membolos tentu anak didiknya tidak akan maju karena pelajaran tidak bertambah.

3. Menyuruh memainkan peran dalam pendidikan
Setiap kita dituntut untuk memerankan diri sebagai seorang guru pada saat-saat tertentu, memerankan fungsi mengayomi, saat yang lainnya berperan sebagai teman. Demikiannya semua peran digunakan untuk memaksimalkan kegiatan pendidikan.

Kata Kunci :


Calo UN

Waspadai Calo UN


SELURUH siswa, baik SD, SMP maupun SMA saat ini dituntut untuk mempersiapkan diri dengan matang guna menghadapi UN yang sebentar lagi tiba. Bagi sebagian siswa UN merupakan momok menakutkan. Karena di sinilah nasib mereka ditentukan. Lulus dan tidaknya siswa sangat bergantung pada persiapan yang dilakukan.

Begitu pentingnya UN bagi masa depan siswa, tak jarang cara apa pun akan ditempuh mereka untuk bisa lulus. Salah satu cara ditempuh adalah membeli kunci jawaban ujian dari calo UN.

Harus diakui bahwa dalam setiap pelaksanaan ujian sering muncul oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku bisa memberikan kunci jawaban soal ujian. Kehadiran oknum calo UN tersebut tentu sangat merugikan para siswa. Bukan hanya kerugian materi, keberadaan calo UN juga akan membuat siswa kurang percaya diri dalam menghadapi ujian.

Karena itu, bagi siswa dan orang tua diharapkan selalu waspada jika bertemu dengan oknum yang mengaku bisa memberikan kunci jawaban UN. Bisa dipastikan informasi yang mereka bawa adalah bohong. Karena kunci keberhasilan lulus ujian nasional bukan terletak pada calo, melainkan dari siswa.
Ditindak Tegas
Tidak bisa kita pungkiri bahwa keberadaan oknum calo sering membuat lengah siswa dan orang tua. Apalagi bagi mereka yang berpikiran pendek dan memiliki persiapan kurang maksimal dalam menghadapi ujian. Akhirnya jalan yang ditempuh adalah membeli kunci jawaban kepada calo UN yang tingkat kebenarannya sangat diragukan.

Untuk menghindari dampak negatif akan keberadaan calo UN, langkah terbaik yang bisa diambil adalah memberikan pengertian kepada orang tua ataupun siswa agar tidak mudah terpengaruh dan percaya kepada calo UN. Khusus kepada siswa pihak sekolah dan guru diharapkan mampu memberikan motivasi agar mereka percaya diri dalam menghadapi ujian.

Di samping itu, pemerintah harus bertindak tegas kepada para calo UN. Jika ditemukan dan terbukti menjadi calo, oknum tersebut harus diberi sanksi setimpal. Misalnya dihukum penjara. Hal itu dilakukan guna memberikan efek jera kepada pelaku serta oknum yang lain agar tidak melakukan perbuatan serupa.

PELAJARAN SANG KELEDA




Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna
menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta.Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan
itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.
Renungan:
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari “sumur” dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.

WANITA (dialog TUHAN dengan Malaikat)



KETIKA TUHAN MENCIPTAKAN WANITA, DIA LEMBUR PADA HARI KE-ENAM. MALAIKAT DATANG DAN BERTANYA,


Malaikat           :  “Mengapa begitu lama, Tuhan?”
Tuhan               :  “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?Dua tangan ini harus bisa dibereskan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…., dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini.”

MALAIKAT PUN TAKJUB.

Malaikat           :  “Hanya dengan dua tangan?…. impossible!! Dan itu model standard?! Sudahla Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya.”
Tuhan               :  “Oh… Tidak, aku akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit saya. O ya…. Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari.”

MALAIKAT MENDEKAT DAN MENGAMATI BENTUK WANITA CIPTAAN TUHAN ITU.

Malaikat           :  “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?
Tuhan               :  “Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”
Malaikat           :  “Dia bisa berpikir?”
Tuhan               :  “Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”

MALAIKAT ITU MENYENTUH DAGUNYA….

Malaikat           :  “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya. 
Tuhan               :  “Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata.”
Malaikat           :  “Untuk apa?”

TUHAN MELANJUTKAN….

Tuhan               :  “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.”
Malaikat           :  “Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN. ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”
Tuhan               :  Ya pastii! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. CINTANYA TANPA SYARAT. Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
                        Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita, DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIRINYA…



Sampaikan ini kepada wanita di sekeliling kita. Ingatkan mereka, karena terkadang mereka perlu diingatkan..!!!

Bicara Dengan Bahasa Hati


Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda.    
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya. Anda takkan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat,  atau membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda, Insya Allah!

KEBAHASAAN DALAM SURAT MENYURAT

  1.JENIS KATA SAPAAN Selain bentuk formal dan nonformal, kata sapaan juga bisa ditemukan dalam beberapa jenis berdasarkan tujuan pengguna...